Besi tua yang teronggok di sudut proyek, potongan mesin usang, sisa pembongkaran gedung… semua itu sering dianggap sampah. Tapi bagi Mulia Steel, itu bukan limbah. Itu adalah benih masa depan.
Inilah kisah billet baja Mulia Steel: sebuah perjalanan epik dari tumpukan rongsokan logam jadi tulang punggung konstruksi nasional.
Besi tua yang teronggok di sudut proyek, potongan mesin usang, sisa pembongkaran gedung… semua itu sering dianggap sampah.
Tapi bagi Mulia Steel, itu bukan limbah.
Itu adalah benih masa depan.
Kisah Billet Baja Mulia Steel: Saat Rongsokan Menjadi Bahan Baku
Cerita dimulai dari tempat yang tak pernah disangka: tumpukan scrap metal.
Logam bekas dari konstruksi, pabrik, hingga kendaraan usang dikumpulkan, diseleksi, dan dibersihkan. Setiap kilogramnya punya potensi tersembunyi.
Di sinilah Mulia Steel masuk. Kami tidak memandang besi tua sebagai sampah, melainkan sebagai emas abu-abu — bahan baku strategis untuk membangun kemandirian baja nasional.
Dari Scrap ke Billet: Perjalanan Transformasi
Scrap metal dimasukkan ke dalam Electric Arc Furnace (EAF) bersuhu lebih dari 1.600°C. Di sinilah terjadi ajaib:
- Logam melebur, karbon diolah, impuritas hilang.
- Cairan baja murni dituang ke cetakan kontinu.
- Lahir lah billet baja: batangan setengah jadi yang kuat, homogen, dan siap menjadi apa saja.
Proses ini bukan cuma efisien — ia menghemat energi hingga 60% dibanding produksi dari bijih mentah. Ini bukan sekadar bisnis, tapi revolusi hijau di industri baja.
Billet Lalu Pergi Jauh: Menjadi Bagian dari Masa Depan
Satu batang billet bisa menjadi ribu hal:
- Besi beton untuk rumah keluarga, apartemen, hingga gedung perkantoran.
- Baja profil untuk jembatan layang, stasiun kereta, dan bandara baru.
- Wire rod untuk pagar, kawat duri, hingga komponen otomotif.
- Rel kereta api yang menghubungkan pulau-pulau di Nusantara.
Bahkan, billet dari Mulia Steel ikut serta dalam proyek-proyek strategis nasional. Tanpa gembar-gembor, tanpa logo besar — tapi ada di setiap struktur yang kokoh.
Wawancara Singkat: “Saya Tak Menyangka Besi Saya Dipakai di Jembatan”
Kami sempat ngobrol dengan Pak Joko, seorang kontraktor dari Surabaya, yang menjual besi tua hasil pembongkaran gudang.
“Saya kira cuma buat uang tambahan. Eh, dua tahun kemudian lihat berita, ternyata besi saya jadi bagian dari jembatan tol di Kalimantan. Rasanya… bangga banget. Seperti saya ikut bangun negara.”
Inilah makna sebenarnya dari ekonomi sirkular: setiap orang bisa jadi bagian dari pembangunan.
Mulia Steel: Bukan Sekadar Produsen, Tapi Penggerak Perubahan
Kami percaya, industri baja bukan hanya soal profit. Tapi soal:
- Kemandirian nasional: Kurangi impor, dorong produksi lokal.
- Keberlanjutan: Gunakan kembali, jangan eksploitasi alam.
- Keadilan sosial: Beri nilai tambah bagi pemilik rongsokan.
Berdasarkan arahan Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang menyatakan bahwa Indonesia harus mampu memenuhi kebutuhan bajanya sendiri, Mulia Steel hadir bukan hanya sebagai produsen, tapi sebagai mitra pembangunan bangsa. Kami mendukung visi nasional untuk mengurangi ketergantungan impor baja demi kemandirian industri strategis.
Semua produk kami lolos SNI, diproduksi dengan teknologi modern, dan berkomitmen pada prinsip ekonomi sirkular.
Ingin Jadi Bagian dari Kisah Ini?
Punya besi tua, baja bekas, atau scrap metal lainnya?
Jangan biarkan menumpuk. Serahkan ke Mulia Steel dan jadilah bagian dari kisah transformasi ini.
Setiap kilogram yang Anda jual bukan cuma uang — tapi kontribusi nyata untuk Indonesia yang lebih kuat, hijau, dan mandiri.
Ingin jual scrap Anda? Hubungi Mulia Steel sekarang dan dapatkan harga kompetitif!
Inilah kisah tak terduga dari sebuah batang billet baja — dari rongsokan logam jadi tulang punggung konstruksi nasional. Bukan cuma soal teknologi, tapi juga tentang visi, tanggung jawab, dan cinta pada negeri ini.
Awal yang Tak Terduga: Saat Rongsokan Menjadi Bahan Baku
Cerita dimulai dari tempat yang tak pernah disangka: tumpukan scrap metal.
Logam bekas dari konstruksi, pabrik, hingga kendaraan usang dikumpulkan, diseleksi, dan dibersihkan. Setiap kilogramnya punya potensi tersembunyi.
Di sinilah Mulia Steel masuk. Kami tidak memandang besi tua sebagai sampah, melainkan sebagai emas abu-abu — bahan baku strategis untuk membangun kemandirian baja nasional.
Dari Scrap ke Billet: Perjalanan Transformasi
Scrap metal dimasukkan ke dalam Electric Arc Furnace (EAF) bersuhu lebih dari 1.600°C. Di sinilah terjadi ajaib:
- Logam melebur, karbon diolah, impuritas hilang.
- Cairan baja murni dituang ke cetakan kontinu.
- Lahir lah billet baja: batangan setengah jadi yang kuat, homogen, dan siap menjadi apa saja.
Proses ini bukan cuma efisien — ia menghemat energi hingga 60% dibanding produksi dari bijih mentah. Ini bukan sekadar bisnis, tapi revolusi hijau di industri baja.
Billet Lalu Pergi Jauh: Menjadi Bagian dari Masa Depan
Satu batang billet bisa menjadi ribu hal:
- Besi beton untuk rumah keluarga, apartemen, hingga gedung perkantoran.
- Baja profil untuk jembatan layang, stasiun kereta, dan bandara baru.
- Wire rod untuk pagar, kawat duri, hingga komponen otomotif.
- Rel kereta api yang menghubungkan pulau-pulau di Nusantara.
Bahkan, billet dari Mulia Steel ikut serta dalam proyek-proyek strategis nasional. Tanpa gembar-gembor, tanpa logo besar — tapi ada di setiap struktur yang kokoh.
Wawancara Singkat: “Saya Tak Menyangka Besi Saya Dipakai di Jembatan”
Kami sempat ngobrol dengan Pak Joko, seorang kontraktor dari Surabaya, yang menjual besi tua hasil pembongkaran gudang.
“Saya kira cuma buat uang tambahan. Eh, dua tahun kemudian lihat berita, ternyata besi saya jadi bagian dari jembatan tol di Kalimantan. Rasanya… bangga banget. Seperti saya ikut bangun negara.”
Inilah makna sebenarnya dari ekonomi sirkular: setiap orang bisa jadi bagian dari pembangunan.
Mulia Steel: Bukan Sekadar Produsen, Tapi Penggerak Perubahan
Kami percaya, industri baja bukan hanya soal profit. Tapi soal:
- Kemandirian nasional: Kurangi impor, dorong produksi lokal.
- Keberlanjutan: Gunakan kembali, jangan eksploitasi alam.
- Keadilan sosial: Beri nilai tambah bagi pemilik rongsokan.
Dengan teknologi modern, standar SNI, dan hati yang peduli, Mulia Steel hadir bukan hanya sebagai produsen, tapi sebagai mitra pembangunan bangsa.
Ingin Jadi Bagian dari Kisah Ini?
Punya besi tua, baja bekas, atau scrap metal lainnya?
Jangan biarkan menumpuk. Serahkan ke Mulia Steel dan jadilah bagian dari kisah transformasi ini.
Setiap kilogram yang Anda jual bukan cuma uang — tapi kontribusi nyata untuk Indonesia yang lebih kuat, hijau, dan mandiri.
Ingin jual scrap Anda? Hubungi Mulia Steel sekarang dan dapatkan harga kompetitif!