Dalam industri baja modern, istilah billet sering kali disebut sebagai “jantung” dari besi beton. Namun, tidak semua orang memahami betapa krusialnya peran billet terhadap kekuatan, ketahanan, dan performa struktural dari besi beton itu sendiri.
Billet merupakan bahan baku setengah jadi dari proses peleburan baja, yang nantinya dibentuk menjadi berbagai produk logam seperti batang, kawat, hingga besi beton.
Di sinilah peran Mulia Steel menjadi sangat penting — perusahaan ini menempatkan kualitas billet sebagai titik awal dari setiap produksi besi beton yang memenuhi standar SNI (Standar Nasional Indonesia) dan ISO internasional.
Besi beton yang kuat tidak mungkin tercipta tanpa billet yang homogen, bebas cacat, dan memiliki komposisi kimia ideal. Maka, dapat dikatakan bahwa kualitas billet menentukan masa depan kekuatan struktur bangunan.
Proses Pembuatan Billet Berkualitas di Mulia Steel
Mulia Steel menjalankan proses produksi billet dengan teknologi peleburan terkini berbasis Electric Arc Furnace (EAF) — sebuah metode yang dikenal efisien dan ramah lingkungan. Proses ini memungkinkan kontrol presisi terhadap temperatur peleburan serta komposisi unsur kimia baja.
Berikut tahapan utama yang menjamin kualitas billet Mulia Steel:
- Seleksi bahan baku scrap premium – Hanya baja bekas berkualitas tinggi yang digunakan untuk memastikan kemurnian logam.
- Peleburan dengan kontrol digital – Suhu dijaga konstan untuk mencegah segregasi mikrostruktur pada baja.
- Deoksidasi dan desulfurisasi – Menghilangkan oksigen dan sulfur agar billet tidak rapuh.
- Continuous casting (penuangan kontinu) – Membentuk billet secara otomatis dan konsisten, menghasilkan produk bebas retak atau pori.
Melalui sistem digitalisasi ini, Mulia Steel memastikan setiap billet memiliki struktur mikro seragam, sehingga mampu menahan gaya tekan dan tarik yang tinggi saat diolah menjadi besi beton.
Hubungan Langsung antara Billet dan Kekuatan Besi Beton
Besi beton yang ideal harus memiliki tensile strength (kekuatan tarik) minimal 400–600 MPa untuk memenuhi standar SNI 07-2052-2017. Nilai ini sangat dipengaruhi oleh kualitas billet sebagai bahan awalnya.
- Jika billet mengandung inklusi non-logam atau memiliki segregasi karbon, maka besi beton yang dihasilkan akan mudah patah atau retak ketika menerima tekanan tinggi.
- Sebaliknya, billet homogen dengan distribusi karbon yang merata akan menciptakan besi beton yang lentur, kuat, dan tahan terhadap deformasi.
Oleh karena itu, dalam setiap tahap produksi, Mulia Steel melakukan pengujian metalografi dan uji tarik (tensile test) pada billet untuk memastikan bahwa sifat mekaniknya sesuai standar industri konstruksi.
Teknologi Continuous Casting: Rahasia Konsistensi Billet Mulia Steel
Salah satu rahasia utama di balik ketangguhan produk Mulia Steel adalah penerapan teknologi Continuous Casting Machine (CCM).
Metode ini mengubah baja cair menjadi billet padat tanpa proses pendinginan berlebih, sehingga mengurangi risiko porositas dan cavitation (lubang mikro di dalam logam).
Kelebihan metode ini antara lain:
- Meningkatkan efisiensi energi hingga 30%.
- Menghasilkan permukaan billet yang lebih halus.
- Menjaga struktur kristal baja tetap rapat dan seragam.
Teknologi ini menjadi salah satu standar yang banyak diterapkan oleh industri baja kelas dunia, termasuk pabrik-pabrik terkemuka di Cilegon dan Surabaya yang juga menjadi pusat pengembangan logam nasional.
Dampak Billet Berkualitas terhadap Proyek Jangka Panjang
Kualitas billet berpengaruh langsung terhadap daya tahan bangunan dalam jangka panjang. Bangunan bertingkat, jembatan, hingga infrastruktur besar seperti bendungan dan jalan tol membutuhkan besi beton yang:
- Tidak mudah korosi,
- Memiliki kemampuan lentur tinggi,
- Tidak retak akibat beban dinamis jangka panjang.
Dengan billet yang bermutu tinggi, besi beton Mulia Steel mampu menjaga integritas struktural selama puluhan tahun, bahkan di lingkungan ekstrem sekalipun.
Penelitian dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman (Puskim) Kementerian PUPR menunjukkan bahwa struktur beton bertulang dengan baja bermutu tinggi memiliki ketahanan hingga 1,5 kali lebih lama dibanding baja yang diproduksi dari billet daur ulang berkualitas rendah
Uji Mutu dan Sertifikasi Billet di Mulia Steel
Untuk memastikan konsistensi mutu, setiap batch billet yang diproduksi di Mulia Steel melewati serangkaian pengujian laboratorium, antara lain:
- Uji Tarik (Tensile Test) – Menilai daya tahan terhadap beban tarik.
- Uji Kekerasan (Hardness Test) – Mengukur kekuatan permukaan baja.
- Uji Mikrostruktur (Microscopy) – Menganalisis ukuran butiran kristal baja.
- Uji Komposisi Kimia (Spectrometry) – Memastikan kesesuaian kadar unsur.
Selain itu, billet Mulia Steel telah tersertifikasi SNI dan ISO 9001:2015, menjadikannya pilihan utama bagi kontraktor yang menuntut standar tinggi dalam pembangunan infrastruktur publik maupun swasta.
Kualitas Billet = Kualitas Bangunan Masa Depan
Kekuatan besi beton bukanlah hasil kebetulan, melainkan buah dari proses panjang yang dimulai dari billet bermutu tinggi.
Melalui pengendalian ketat, inovasi teknologi, dan komitmen terhadap standar nasional, Mulia Steel memastikan bahwa setiap batang besi yang dihasilkan mampu menopang masa depan konstruksi Indonesia yang tangguh dan berkelanjutan.