Dalam dekade terakhir, dunia manufaktur mengalami perubahan paradigma besar. Proses produksi yang dahulu serba manual kini bergerak menuju era digitalisasi dan otomasi.
Di tengah arus revolusi industri 4.0, perusahaan baja nasional seperti Mulia Steel mengambil langkah progresif dengan menerapkan transformasi digital dan sistem otomasi produksi di lini pabrik billet-nya.
Langkah ini bukan sekadar modernisasi peralatan, melainkan sebuah redefinisi proses industri—bagaimana baja diproduksi, dipantau, dan disempurnakan melalui integrasi teknologi digital dan kecerdasan buatan.
Apa Itu Billet dan Mengapa Perannya Vital dalam Industri Baja?
Sebelum memahami bagaimana digitalisasi memengaruhi prosesnya, penting untuk mengenal lebih dulu apa itu billet.
Billet merupakan produk setengah jadi dari baja, berbentuk batang persegi panjang atau silinder, yang menjadi bahan dasar untuk pembuatan berbagai produk baja seperti besi beton, baja tulangan, wire rod, hingga baja profil.
Dengan kata lain, kualitas billet menentukan mutu baja akhir yang digunakan dalam proyek infrastruktur dan konstruksi nasional.
Itulah sebabnya, proses produksi billet di Mulia Steel menjadi titik strategis bagi peningkatan daya saing industri baja Indonesia di pasar global.
Langkah Besar Mulia Steel: Integrasi Otomasi dan Digitalisasi Produksi
- Otomasi Proses Peleburan (Smelting Automation)
Mulia Steel kini menggunakan sistem automated melting control yang dilengkapi sensor suhu presisi tinggi dan perangkat lunak pengendali berbasis PLC (Programmable Logic Controller).
Sistem ini memungkinkan pengaturan suhu tungku peleburan secara otomatis, menjaga kestabilan kualitas logam cair, sekaligus menghemat energi hingga 15%.
Selain efisiensi, teknologi ini juga menurunkan human error dan meningkatkan keamanan kerja operator pabrik.
- Digital Twin: Replikasi Virtual untuk Pemantauan Produksi
Salah satu inovasi penting di pabrik billet Mulia Steel adalah penerapan Digital Twin System, yaitu model digital yang mereplikasi seluruh proses fisik di pabrik secara real-time.
Dengan teknologi ini, setiap aktivitas produksi—mulai dari peleburan, pengecoran, hingga pendinginan billet—bisa dipantau, dianalisis, dan dioptimalkan tanpa mengganggu jalur produksi utama.
Digital Twin memungkinkan tim teknis mendeteksi potensi gangguan, mengatur strategi pemeliharaan prediktif (predictive maintenance), serta mengurangi waktu downtime mesin hingga 30%.
- Sistem Manajemen Produksi Berbasis IoT
Mulia Steel juga mengadopsi konsep Internet of Things (IoT) dalam jaringan produksinya.
Setiap mesin dilengkapi dengan sensor terhubung ke data center pusat, yang memantau parameter seperti tekanan, arus listrik, getaran, dan suhu lingkungan pabrik.
Hasil data ini tidak hanya disimpan, tetapi juga dianalisis menggunakan AI-powered data analytics untuk memprediksi kebutuhan perawatan dan memperkirakan efisiensi produksi harian.
Menurut laporan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), penerapan IoT dan sistem digital pada sektor baja dapat meningkatkan produktivitas hingga 25% dan mengurangi pemborosan energi sebesar 18%.
- Otomasi di Area Pengecoran Billet (Continuous Casting Automation)
Tahap pengecoran billet merupakan proses krusial yang menentukan struktur internal baja.
Mulia Steel telah menerapkan continuous casting automation system, yang memungkinkan logam cair mengalir dan membeku dalam kondisi termokontrol sempurna, menghasilkan billet dengan densitas tinggi dan homogenitas optimal.
Sistem ini juga terhubung dengan Quality Control Digital Dashboard yang menampilkan data visual secara langsung, sehingga tim inspeksi dapat memastikan kualitas produk memenuhi SNI 07-4095:2019 tentang standar billet baja karbon.
Manfaat Nyata Transformasi Digital di Pabrik Mulia Steel
Penerapan otomasi dan digitalisasi bukan sekadar tren teknologi, tetapi juga strategi bisnis berorientasi masa depan.
Berikut sejumlah manfaat yang telah dirasakan Mulia Steel sejak implementasi sistem digital terpadu:
- Efisiensi Energi dan Sumber Daya – Penggunaan algoritma pengaturan suhu dan beban listrik menurunkan konsumsi energi hingga 20%.
- Konsistensi Kualitas Produk – Data sensor memastikan setiap billet yang dihasilkan memiliki dimensi dan kekuatan tarik yang seragam.
- Keselamatan Kerja yang Lebih Tinggi – Dengan pengawasan otomatis, risiko kecelakaan kerja di area peleburan menurun signifikan.
Produksi Berkelanjutan (Sustainable Manufacturing) – Optimalisasi limbah panas dan daur ulang material menjadi bagian dari green production process.
Menuju Industri Baja Hijau: Sinergi Teknologi dan Keberlanjutan
Selain berfokus pada efisiensi produksi, Mulia Steel juga mengusung prinsip keberlanjutan dalam setiap langkah transformasi digitalnya.
Pemanfaatan teknologi waste heat recovery, pengolahan ulang slag (sisa peleburan), serta penggunaan energi terbarukan di beberapa unit produksi menjadi bukti nyata komitmen tersebut.
Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), industri baja berkontribusi sekitar 6–8% terhadap emisi karbon nasional, sehingga digitalisasi menjadi langkah strategis untuk mencapai target net zero emission pada tahun 2060.
Mulia Steel dan Visi Besar Industri 4.0
Mulia Steel tidak hanya beradaptasi terhadap perubahan zaman—mereka menjadi pionir dalam menerapkan pabrik billet berbasis digital di Indonesia.
Visi jangka panjangnya adalah menjadi produsen billet cerdas (smart billet manufacturer) yang menggabungkan otomasi, kecerdasan buatan, dan data analytics untuk mendukung rantai pasok baja nasional.
Langkah-langkah inovatif yang akan diperluas di masa depan antara lain:
- Implementasi AI-driven quality control untuk mendeteksi cacat mikro dalam struktur billet.
- Penerapan blockchain untuk transparansi rantai pasok baja.
- Penggunaan robotik maintenance di area berisiko tinggi.
Dengan visi ini, Mulia Steel bukan sekadar pabrik baja—tetapi juga pionir ekosistem industri digital yang berperan besar dalam memperkuat kemandirian baja nasional.
Dari Manual ke Digital, dari Baja ke Inovasi
Transformasi digital dan otomasi di pabrik Billet Mulia Steel adalah contoh konkret bagaimana industri manufaktur nasional bergerak menuju masa depan yang lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan.
Dengan menggabungkan teknologi, efisiensi, dan keberlanjutan, Mulia Steel menegaskan dirinya sebagai penopang utama revolusi industri baja Indonesia.
Era baru telah dimulai — dan Mulia Steel berdiri di garis depan, membentuk masa depan baja yang bukan hanya kuat, tetapi juga cerdas dan hijau.