1. Uji Destruktif: Verifikasi Komposisi dan Mekanis
Pengujian pertama dilakukan untuk memastikan material memenuhi spesifikasi yang disepakati (misalnya, standar SNI atau ASTM) yang meliputi:
- Uji Komposisi Kimia: Menggunakan spektrometer untuk memastikan persentase Karbon, Mangan, Sulfur, dan Fosfor berada dalam batas yang ketat. Ini mutlak untuk menjamin kemampuan las dan kekuatan akhir.
- Uji Kekuatan Mekanis: Meskipun billet adalah produk semi-jadi, sampel diuji untuk memverifikasi sifat mekanik dasar yang akan dicapai produk jadi setelah pengerolan.
2. Uji Non-Destruktif (NDT): Mencari Cacat Tersembunyi
Uji Non-Destruktif (NDT) adalah serangkaian teknik pengujian yang dilakukan tanpa merusak billet. Tujuannya adalah untuk mendeteksi Pengecekan Cacat Internal atau permukaan yang mungkin timbul selama proses pengecoran kontinu:
- Inspeksi Permukaan Visual: Pemeriksaan retak, *lap*, dan *scab* pada permukaan billet.
- Ultrasonic Testing (UT): Metode paling umum untuk NDT Billet, menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk mendeteksi cacat internal, seperti segregasi (pemisahan) atau rongga (shrinkage cavity).
- Magnetic Particle Testing (MT): Digunakan untuk menemukan retak permukaan atau sub-permukaan yang sangat kecil.
“Integritas material baja struktural berawal dari billet yang sempurna. Mulia Steel memastikan setiap ton billet yang keluar dari pabrik kami telah lolos NDT dengan standar tertinggi.”
3. Pentingnya Sertifikasi Billet Baja
Setelah lolos semua pengujian (kimia, mekanik, dan NDT), billet dapat diberikan **Sertifikat Uji Pabrik** (*Mill Test Certificate/MTC*). MTC adalah dokumen resmi yang menjamin:
- Billet diproduksi sesuai standar (SNI/ASTM/JIS).
- Hasil pengujian kimia dan mekanik terlampir dan akurat.
Sertifikasi Billet Baja ini sangat penting bagi pelanggan Mulia Steel karena menjadi bukti awal kualitas yang dibutuhkan untuk memproduksi produk jadi bersertifikat (seperti rebar SNI).