Pembangunan infrastruktur masih menjadi salah satu agenda utama pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Seiring dengan berjalannya berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN), kebutuhan akan material konstruksi, khususnya baja, diperkirakan terus meningkat.
Kondisi ini membuka peluang besar bagi industri baja nasional, termasuk Mulia Steel, untuk berkontribusi lebih aktif dalam mendukung pembangunan infrastruktur Indonesia.
Selain itu, meningkatnya aktivitas pembangunan tidak hanya berdampak pada sektor konstruksi, tetapi juga memperkuat rantai pasok industri baja secara keseluruhan.
Permintaan Baja Meningkat Seiring Proyek Infrastruktur Besar
Seiring percepatan proyek infrastruktur besar, permintaan baja nasional menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten. Berdasarkan data industri, konsumsi baja Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Selain itu, pertumbuhan ini sejalan dengan pembangunan jalan tol, pelabuhan, bandara, kawasan industri, dan fasilitas publik lainnya.
Salah satu indikatornya, konsumsi baja nasional menunjukkan tren kenaikan dari 15,1 juta ton pada 2018 menjadi 17,6 juta ton pada 2023. Bahkan, proyeksi pasar menyebut konsumsi baja nasional bisa mencapai 19,6 juta ton pada 2025 sebagai dampak lanjutan dari PSN serta proyek kawasan industri dan konektivitas lainnya.
Dengan demikian, permintaan baja nasional diperkirakan akan terus tumbuh signifikan, terutama di sektor konstruksi monumental seperti jalan tol, pelabuhan, bandara, dan kawasan industri yang membutuhkan material baja dalam jumlah besar.
PSN dan Infrastruktur, Motor Pendorong Kebutuhan Baja
Proyek Strategis Nasional bukan hanya sekedar pembangunan fisik. Lebih dari itu, PSN juga berfungsi sebagai katalis pertumbuhan industri baja di Indonesia.
Menurut analis industri, PSN membuka struktur permintaan baja baru yang berasal dari pertumbuhan kawasan industri, logistik, manufaktur, dan hilirisasi industri. Ketika infrastruktur publik terhubung dengan kawasan industri, efek “multiplier” akan mendorong konsumsi baja dalam jangka panjang.
Kebutuhan baja PSN terutama berasal dari pembangunan kawasan industri dan KEK, disusul proyek jalan, rel, pelabuhan, dan bandara.
Oleh karena itu, sektor infrastruktur membutuhkan baja sebagai struktur utama, sehingga permintaan baja konstruksi terus meningkat.
Kontribusi Industri Baja Nasional dalam Pembangunan Infrastruktur
Permintaan baja yang meningkat memberikan peluang besar bagi industri baja dalam negeri untuk memperluas pasar dan meningkatkan kapasitas produksi. Hal ini terlihat dari kesiapan produsen baja nasional untuk memenuhi lonjakan permintaan tersebut.
Sebagai contoh, produsen baja nasional siap mendukung kebutuhan dalam negeri melalui penguatan kapasitas produksi domestik.
Selain itu, peluang ini mendorong peningkatan permintaan serta pengembangan produk baja bernilai tambah untuk proyek modern.
Dampak Positif Bagi Mulia Steel dan Industri Baja Lokal
Pertumbuhan permintaan baja nasional memberi peluang strategis bagi Mulia Steel untuk memperkuat peran dalam rantai pasok konstruksi Indonesia. Berikut beberapa dampak positif yang dapat dioptimalkan:
Peluang pasokan material skala besar
Permintaan baja yang meningkat berarti kebutuhan akan pasokan material konstruksi berkualitas tinggi juga meningkat. Mulia Steel dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperluas pangsa pasar.
Peningkatan kepercayaan klien
Dengan berpartisipasi dalam proyek infrastruktur besar, Mulia Steel dapat meningkatkan reputasi sebagai pemasok baja yang dapat diandalkan.
Kontribusi pada pembangunan nasional
Mulia Steel tidak hanya memenuhi permintaan industri, tetapi juga turut berkontribusi pada program pembangunan nasional yang berdampak luas bagi masyarakat dan perekonomian.
Bagi Mulia Steel, peningkatan permintaan baja menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi pasar. Selain itu, kondisi ini mendorong peningkatan kapasitas produksi dan penyediaan baja berkualitas tinggi yang berkelanjutan.