Dalam industri baja, penggunaan energi merupakan salah satu komponen biaya terbesar dalam proses produksi. Mulai dari tahap peleburan, casting, hingga rolling, seluruhnya membutuhkan suhu sangat tinggi yang menuntut konsumsi energi besar. Sebagai produsen billet yang terus meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan operasional, Mulia Steel menerapkan strategi cerdas melalui teknologi daur ulang panas buang atau Waste Heat Recovery (WHR).
Teknologi ini memanfaatkan panas sisa dari proses produksi untuk digunakan kembali sebagai sumber energi, sehingga mengurangi ketergantungan pada bahan bakar tambahan dan menekan biaya operasional. Artikel ini membahas bagaimana konsep daur ulang panas buang bekerja, manfaatnya, dan bagaimana Mulia Steel mengoptimalkannya sebagai bagian dari upaya menuju pabrik baja yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.
-
Apa Itu Panas Buang dalam Industri Baja?
Panas buang adalah energi panas yang terlepas selama proses produksi namun tidak dimanfaatkan kembali. Pada industri peleburan baja, panas buang dapat muncul dari:
- Gas panas dari furnace
- Permukaan billet yang keluar dengan suhu sangat tinggi
- Udara panas dari proses rolling
- Sisa pembakaran bahan bakar
- Exhaust dari sistem pemanas
Jika tidak dimanfaatkan, panas ini akan hilang ke lingkungan, padahal jumlahnya dapat mencapai 20–50% dari total energi yang digunakan dalam proses produksi.
- Teknologi Daur Ulang Panas Buang (Waste Heat Recovery)
Teknologi WHR dirancang untuk menangkap panas sisa yang dihasilkan dari proses produksi dan mengubahnya menjadi energi yang berguna kembali.
- Heat Exchanger
Menangkap panas dari gas buang dan mentransfernya ke air atau fluida lain.
- Recuperator
Digunakan pada sistem furnace untuk memanaskan udara masuk menggunakan panas dari gas buang.
- Regenerator
Menyimpan panas di material khusus untuk kemudian digunakan kembali dalam proses pemanasan.
- Waste Heat Boiler
Menggunakan panas buang untuk menghasilkan uap yang dapat digunakan untuk kebutuhan proses maupun pembangkit listrik internal.
- Thermal Storage System
Menyimpan panas untuk digunakan pada waktu yang lebih tepat, sehingga efisiensi meningkat.
Mulia Steel menggunakan kombinasi dari metode-metode ini sesuai kebutuhan proses produksi billet.
- Daur Ulang Panas Buang pada Proses Produksi Billet Mulia Steel
Dalam lini produksi Mulia Steel, panas buang terutama berasal dari:
- Electric Arc Furnace (EAF) / Induction Furnace
Gas panas sisa pembakaran atau pelelehan baja di furnace memiliki temperatur tinggi yang dapat dimanfaatkan untuk:
- Memanaskan udara pembakaran
- Mengurangi konsumsi listrik
- Meningkatkan efisiensi pelelehan berikutnya
- Continuous Casting
Saat billet keluar dari mold, suhunya bisa mencapai 700–900°C. Dengan teknologi WHR, panas ini dapat digunakan untuk:
- Preheating ladle
- Menghangatkan ruang kerja
- Mengurangi kebutuhan energi pada proses pemotongan
- Reheating Furnace
Gas panas dari reheating furnace dapat dimanfaatkan untuk memanaskan ladle atau preheating scrap.
- Manfaat Besar Teknologi Daur Ulang Panas Buang untuk Mulia Steel
- Penghematan Energi hingga 15–30%
Dengan memanfaatkan energi panas yang sebelumnya hilang, penggunaan energi primer dapat ditekan secara signifikan.
- Penurunan Biaya Operasional
Pabrik dapat mengurangi konsumsi listrik, gas, dan bahan bakar lain karena memanfaatkan kembali energi internal.
- Menurunkan Emisi Gas Rumah Kaca
Daya konsumsi energi yang lebih rendah berarti emisi CO₂ yang lebih rendah. Ini membantu Mulia Steel mendukung standar industri hijau.
- Meningkatkan Umur Peralatan
Dengan penggunaan energi yang lebih stabil dan efisien, furnace dan peralatan pemanas bekerja lebih optimal tanpa overloading.
- Efisiensi Termal yang Lebih Tinggi
Daur ulang panas buang meningkatkan efisiensi sistem pemanasan dan proses pelumasan, sehingga kualitas billet tetap konsisten.
- Mendukung Sertifikasi dan Standar Keberlanjutan
Seperti ISO 50001 (Manajemen Energi), ISO 14001 (Lingkungan), dan standar industri hijau nasional.
- Daur Ulang Panas Buang sebagai Bagian dari Transformasi Industri 4.0 Mulia Steel
Teknologi WHR di Mulia Steel tidak berdiri sendiri—melainkan terintegrasi dengan digitalisasi dan pemantauan real-time:
- Sensor Monitoring Suhu
Mengumpulkan data suhu pada gas buang, furnace, dan billet untuk mengidentifikasi potensi panas yang dapat dimanfaatkan.
- Analisis Data AI/ML
Sistem cerdas memprediksi area mana yang menghasilkan panas terbesar dan kapan panas buang optimal untuk ditangkap.
- Control System Otomatis
Mengatur valve, jalur fluida panas, dan peralatan supaya proses WHR berjalan stabil dan efisien
- Dashboard Energi Terpusat
Tim teknik dapat memantau performa WHR secara langsung, termasuk konsumsi energi harian dan tingkat efisiensi termal.
- Dampak Langsung bagi Produksi Billet Mulia Steel
Implementasi WHR memberikan dampak nyata seperti:
- Konsistensi suhu billet lebih stabil
- Kualitas struktur mikro meningkat
- Cacat akibat pendinginan tidak merata berkurang
- Penggunaan bahan bakar reheating lebih rendah
- Waktu pemanasan ladle lebih efisien
Dengan kata lain, daur ulang panas buang meningkatkan kualitas dan produktivitas secara bersamaan.
- Komitmen Mulia Steel terhadap Efisiensi dan Keberlanjutan
Sebagai perusahaan yang terus berinovasi, Mulia Steel menempatkan efisiensi energi sebagai pilar utama transformasi. WHR hanyalah salah satu langkah menuju industri baja masa depan yang lebih:
- Hemat energi
- Minim emisi
- Berkelanjutan
- Hemat biaya
- Kompetitif di pasar global
Mulia Steel percaya bahwa penerapan teknologi hijau tidak hanya mengurangi biaya produksi, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang untuk daya saing industri.
Daur ulang panas buang adalah solusi strategis bagi industri baja modern, termasuk Mulia Steel. Dengan memanfaatkan panas sisa dari proses peleburan, casting, dan reheating, pabrik dapat menghemat energi, mengurangi biaya operasional, dan meningkatkan kualitas billet secara keseluruhan.
Melalui implementasi sistem Waste Heat Recovery yang terintegrasi dengan digitalisasi, Mulia Steel membuktikan bahwa inovasi teknologi adalah kunci untuk mencapai standar efisiensi dan keberlanjutan yang lebih tinggi.