Dalam beberapa tahun terakhir, industri baja global sedang memasuki babak baru yang penuh tantangan sekaligus kesempatan besar. Dorongan menuju masa depan rendah karbon, komitmen internasional terhadap pengurangan emisi, serta penerapan standar ESG (Environmental, Social, Governance) menuntut seluruh pelaku industri untuk bertransformasi. Di tengah dinamika ini, Mulia Steel muncul sebagai salah satu pemain yang paling progresif—berani mengambil langkah nyata menuju pabrik baja nol emisi karbon.
Ini bukan sekadar slogan. Ini adalah strategi besar yang disusun dengan serius, dibangun dengan inovasi teknologi, dan dijalankan melalui proses yang terukur.
-
Mengapa Nol Emisi Menjadi Tujuan Strategis Industri Baja
Industri baja dikenal sebagai salah satu sektor dengan emisi karbon terbesar di dunia. Sekitar 7–9% emisi global berasal dari proses produksi baja konvensional. Dengan meningkatnya tekanan global untuk mencapai Net Zero Emissions pada 2050–2060, seluruh negara dan industri harus mencari cara untuk mengurangi karbon dari rantai produksinya.
Bagi Mulia Steel, target nol emisi bukan hanya mengikuti tren, tetapi memastikan keberlanjutan jangka panjang perusahaan, daya saing ekspor, dan kontribusi nyata untuk masa depan industri Indonesia.
-
Transformasi Energi: Dari Sumber Fosil ke Energi Bersih
Salah satu langkah paling penting dalam perjalanan menuju karbon nol adalah mengubah cara pabrik mengonsumsi energi.
- Pemanfaatan Energi Terbarukan
Mulia Steel mulai mengintegrasikan:
- panel surya untuk suplai listrik harian,
- pembangkit energi terbarukan dari mitra industri,
- sertifikasi energi hijau dari PLN.
Penggunaan energi terbarukan ini secara bertahap menggantikan listrik berbasis batu bara.
- Efisiensi Furnace dan Mesin Produksi
Furnace merupakan sumber emisi terbesar dalam pembuatan billet dan baja. Mulia Steel berinvestasi dalam:
- furnace hemat energi,
- sistem pemulihan panas buang (waste heat recovery),
- otomatisasi pembakaran untuk mencegah konsumsi energi berlebih.
Hasilnya adalah pengurangan konsumsi listrik dan gas hingga puluhan persen.
-
Teknologi Bersih: Arah Baru Produksi Baja Modern
Mulia Steel memandang teknologi sebagai fondasi utama menuju pabrik nol karbon.
- Digitalisasi dan IoT untuk Pemantauan Emisi
Sistem monitoring real-time memungkinkan perusahaan melacak:
- penggunaan energi,
- titik kebocoran efisiensi,
- gas buang,
- suhu furnace,
- dan performa mesin.
Data akurat ini membantu mempercepat pengambilan keputusan dan meminimalkan waste energi.
- Sistem Sirkular dalam Pengelolaan Limbah
Alih-alih membuang limbah, Mulia Steel mengadopsi konsep circular steel economy:
- slag diolah untuk bahan konstruksi,
- scrap dikembalikan ke proses peleburan,
- air pendingin dipakai ulang dengan sistem closed-loop.
Setiap pengurangan limbah berdampak langsung pada berkurangnya jejak karbon.
- Persiapan Teknologi Green Hydrogen
Mulia Steel mulai melakukan studi dan persiapan jangka panjang untuk penggunaan hidrogen hijau sebagai reduktor. Hidrogen adalah teknologi masa depan dalam dekarbonisasi baja—bebas CO₂ dan sangat efisien.
-
Optimasi Logistik: Mengurangi Emisi dari Transportasi
Tidak hanya proses produksi, Mulia Steel menargetkan emisi transportasi melalui strategi berikut:
- Penggunaan Kendaraan Hemat BBM dan Kendaraan Listrik
Armada pengiriman secara bertahap dialihkan ke:
- truk low-emission,
- kendaraan listrik untuk area internal pabrik,
- pemetaan rute cerdas untuk mengurangi jarak tempuh.
Dengan sistem digital, pengiriman barang diatur agar selalu optimal dan tidak memerlukan perjalanan tambahan yang tidak efisien.
-
Kolaborasi untuk Masa Depan Berkelanjutan
Menuju nol emisi bukan pekerjaan yang bisa dilakukan sendirian. Mulia Steel membangun banyak kolaborasi strategis, antara lain:
- Kerja Sama dengan Penyedia Teknologi Asing
Kolaborasi dengan perusahaan teknologi dari Jepang, Jerman, dan Korea membantu mempercepat implementasi peralatan rendah karbon.
- Bermitra dengan Pemerintah dan Regulator
Mulia Steel aktif mendukung kebijakan industri hijau, sertifikasi energi bersih, dan program nasional pengurangan emisi.
- Edukasi dan Pelatihan Karyawan
Karyawan diberikan pendidikan intensif mengenai:
- praktik produksi hijau,
- efisiensi energi,
- penggunaan alat digital,
- kultur kerja berkelanjutan.
Transformasi karbon rendah hanya mungkin terjadi jika SDM yang menjalankan proses memahami urgensinya.
-
Dampak Positif: Manfaat yang Sudah Terlihat
Perubahan yang dibuat Mulia Steel bukan hanya rencana—hasilnya sudah terlihat di pabrik:
- Penurunan Emisi CO₂
Implementasi teknologi efisiensi energi telah menurunkan intensitas emisi secara signifikan.
- Kualitas Produk Lebih Stabil
Mesin modern dan digitalisasi membantu menjaga stabilitas dan kekuatan billet maupun produk akhir.
- Penghematan Biaya Operasional
Pengurangan konsumsi energi berbanding lurus dengan efisiensi biaya yang semakin baik.
- Reputasi Perusahaan Meningkat
Klien dan kontraktor semakin percaya pada brand yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.
-
Visi Jangka Panjang: Pabrik Baja Nol Emisi pada 2045
Mulia Steel menargetkan pabrik baja nol emisi karbon secara bertahap, dengan roadmap sebagai berikut:
- 2025–2030: Optimalisasi furnaces, digitalisasi penuh, sistem daur ulang air dan limbah.
- 2030–2035: Perluasan energi terbarukan, elektrifikasi kendaraan, transisi sebagian furnace ke hidrogen hijau.
- 2035–2045: Implementasi penuh teknologi hidrogen hijau, integrasi storage energy, dan penutupan total penggunaan bahan bakar fosil.
Target ini ambisius, namun dapat dicapai dengan inovasi, kemitraan, dan disiplin operasional.