Dalam industri baja, setiap produk jadi seperti besi beton, baja profil, atau pelat logam memiliki satu titik awal yang sama — billet. Komponen setengah jadi berbentuk batang baja padat ini merupakan bahan dasar yang menentukan mutu, kekuatan, dan ketahanan baja akhir yang digunakan dalam berbagai proyek konstruksi dan manufaktur.
Di tengah meningkatnya kebutuhan baja nasional yang terus berkembang seiring pertumbuhan infrastruktur dan industrialisasi, peran perusahaan produsen billet seperti Mulia Steel menjadi semakin vital. Melalui teknologi modern, pengawasan mutu yang ketat, dan komitmen terhadap efisiensi produksi, Mulia Steel telah menempatkan diri sebagai penopang utama rantai pasok baja nasional, sekaligus bagian integral dari upaya pemerintah dalam memperkuat kemandirian industri logam Indonesia.
Batu Loncatan Menuju Produk Baja Berkualitas
Billet adalah produk baja setengah jadi berbentuk batang persegi panjang (umumnya berukuran 100×100 mm hingga 150×150 mm) yang diproduksi melalui proses peleburan dan pengecoran (casting) logam cair. Dari billet inilah kemudian dihasilkan berbagai jenis baja, seperti:
- Besi beton (rebar) untuk konstruksi,
- Wire rod untuk kawat baja,
- Section steel (WF, kanal, angle) untuk struktur, dan
- Pelat baja (plate) untuk permesinan dan otomotif.
Namun, kualitas billet sangat menentukan performa baja jadi. Kandungan karbon, mangan, silikon, dan unsur paduan lainnya harus diatur secara presisi. Karena itu, Mulia Steel menempatkan riset metalurgi dan pengendalian kualitas bahan baku sebagai prioritas utama dalam seluruh proses produksinya.
Tahapan Produksi Billet di Pabrik Mulia Steel
- Pemilihan dan Peleburan Bahan Baku
Proses dimulai dari pemilihan scrap baja berkualitas tinggi atau pig iron (besi mentah) yang sesuai dengan spesifikasi industri. Melalui Electric Arc Furnace (EAF) modern, bahan baku dilebur pada suhu lebih dari 1.600°C untuk menghasilkan logam cair homogen dengan kemurnian tinggi.
Sistem peleburan di pabrik Mulia Steel dilengkapi dust collector dan oxygen injector system, yang tidak hanya meningkatkan efisiensi pembakaran tetapi juga mengurangi emisi karbon secara signifikan
- Pemurnian Logam Cair
Setelah peleburan, logam cair dimurnikan menggunakan teknologi Ladle Furnace Refining, di mana kandungan karbon, sulfur, dan fosfor disesuaikan dengan komposisi yang diinginkan. Tahap ini memastikan billet yang dihasilkan memiliki struktur mikro seragam dan tahan terhadap retakan selama proses pengerolan (rolling).
- Continuous Casting (Pengecoran Berkelanjutan)
Tahap krusial berikutnya adalah pengecoran logam cair menjadi billet padat melalui sistem continuous casting machine (CCM).
Proses ini memungkinkan pembentukan billet secara otomatis, efisien, dan konsisten dalam ukuran.
Mulia Steel menggunakan CCM berteknologi tinggi dengan sistem pendinginan air deionisasi, menghasilkan permukaan billet yang halus, bebas porositas, dan minim cacat kristal.
- Pendinginan dan Inspeksi Kualitas
Billet yang telah terbentuk didinginkan secara terkontrol, lalu menjalani pengujian dimensi, struktur mikro, dan kekuatan tarik (tensile test). Setiap unit yang lolos uji diberi nomor batch dan kode produksi untuk memastikan traceability dari pabrik hingga pengguna akhir.
Keunggulan Billet Produksi Mulia Steel
Sebagai salah satu produsen billet terkemuka di Indonesia, Mulia Steel menghadirkan sejumlah keunggulan kompetitif yang menjadikannya mitra strategis bagi banyak pabrik baja nasional.
- Konsistensi Mutu dan Presisi Kimia
Mulia Steel menerapkan sistem Total Quality Management (TQM) dengan pengawasan laboratorium metalurgi 24 jam.
Komposisi kimia billet dijaga agar selalu stabil — memastikan hasil produk akhir (seperti besi beton atau wire rod) memiliki kekuatan tarik tinggi dan ketahanan lentur optimal.
- Efisiensi Energi dan Ramah Lingkungan
Menggunakan teknologi electric furnace hemat energi dan sistem heat recovery, Mulia Steel mengoptimalkan penggunaan energi sekaligus mengurangi emisi gas buang hingga 35%. Langkah ini sejalan dengan visi produksi hijau (green steel manufacturing) yang mulai menjadi standar global.
- Dukungan Rantai Pasok Domestik
Billet produksi Mulia Steel menjadi bahan baku utama bagi berbagai produsen baja nasional, termasuk pabrik besi beton, wire rod, dan baja profil. Dengan kapasitas produksi yang besar dan sistem distribusi cepat, perusahaan ini membantu menjaga stabilitas pasokan baja di pasar domestik.
- Adaptif terhadap Standar Nasional dan Global
Setiap produk Mulia Steel memenuhi standar:
- SNI 07-2052-2017 (Besi Beton)
- JIS G3112 (Japanese Industrial Standard)
- ASTM A615 (American Standard)
Kepatuhan ini membuktikan bahwa billet Mulia Steel tidak hanya siap untuk kebutuhan nasional, tetapi juga mampu bersaing di pasar ekspor.
Peran Strategis Mulia Steel dalam Ekosistem Baja Nasional
- Penggerak Kemandirian Industri Baja
Selama bertahun-tahun, Indonesia masih bergantung pada impor billet untuk memenuhi kebutuhan pabrik baja dalam negeri. Kehadiran Mulia Steel mengubah kondisi ini dengan meningkatkan kapasitas produksi billet lokal, sehingga mengurangi ketergantungan terhadap impor dan memperkuat ketahanan industri baja nasional.
- Pemasok Utama untuk Proyek Infrastruktur
Billet dari Mulia Steel menjadi bahan dasar untuk besi beton dan baja struktural yang digunakan dalam berbagai proyek strategis nasional, seperti:
- Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN),
- Tol Trans-Sumatera dan Trans-Jawa,
- Pelabuhan, bendungan, dan bandara regional.
Dengan stabilitas pasokan yang terjamin, Mulia Steel mendukung kelancaran proyek-proyek vital pemerintah dan swasta tanpa risiko keterlambatan material.
- Bagian dari Rantai Pasok Berkelanjutan
Sebagai bagian dari ekonomi sirkular (circular economy), Mulia Steel memanfaatkan scrap logam daur ulang sebagai bahan baku utama. Strategi ini tidak hanya menekan penggunaan sumber daya alam baru, tetapi juga menurunkan jejak karbon (carbon footprint) industri baja nasional.
Dampak Ekonomi dan Sosial: Mendorong Pertumbuhan Daerah Industri
Kehadiran fasilitas produksi Mulia Steel memberikan dampak ekonomi positif bagi kawasan industri di sekitarnya:
- Peningkatan serapan tenaga kerja lokal di sektor manufaktur, logistik, dan transportasi.
- Transfer pengetahuan teknologi metalurgi kepada tenaga ahli dalam negeri.
- Pertumbuhan UMKM penunjang, seperti penyedia alat, suku cadang, dan jasa pengiriman material.
Dengan demikian, Mulia Steel tidak hanya berperan dalam skala industri, tetapi juga menjadi motor pembangunan ekonomi daerah.
Inovasi dan Arah Masa Depan Mulia Steel
Menghadapi tantangan globalisasi dan transisi energi hijau, Mulia Steel terus memperkuat posisinya melalui inovasi berkelanjutan:
- Digitalisasi Produksi: Implementasi Industrial Internet of Things (IIoT) untuk memantau suhu, tekanan, dan kualitas logam secara real-time.
- Green Manufacturing: Pemanfaatan energi terbarukan, seperti panel surya di area pabrik, dan penggunaan sistem daur ulang air pendingin.
- R&D Berkelanjutan: Pengembangan billet paduan rendah karbon (low-carbon steel) untuk mendukung tren baja hijau (green steel).
Langkah-langkah ini tidak hanya memastikan efisiensi dan keberlanjutan, tetapi juga menegaskan komitmen Mulia Steel dalam menghadapi masa depan industri baja yang lebih bersih dan cerdas.
Billet Mulia Steel, Pondasi Baja Nasional yang Tangguh
Dalam setiap batang baja yang menopang gedung tinggi, dalam setiap besi beton yang memperkuat jembatan, terdapat fondasi yang kuat — billet berkualitas dari Mulia Steel.
Melalui penguasaan teknologi, kontrol mutu yang ketat, dan komitmen terhadap efisiensi energi, Mulia Steel telah menegaskan peran strategisnya sebagai pemasok utama dalam rantai pasok baja nasional. Perusahaan ini bukan sekadar produsen, tetapi juga penjaga stabilitas industri baja Indonesia, memastikan keberlanjutan pembangunan di setiap sektor — dari pabrik hingga proyek nasional.
Dengan dedikasi terhadap inovasi dan keberlanjutan, Mulia Steel akan terus menjadi bagian penting dalam perjalanan Indonesia menuju kemandirian industri logam yang tangguh, modern, dan berdaya saing global.