Dalam era industri modern yang ditandai oleh efisiensi, kecepatan, dan keberlanjutan, transformasi menuju sistem produksi otomatis bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis. Di tengah ketatnya persaingan global dan meningkatnya tuntutan terhadap efisiensi energi, Mulia Steel tampil sebagai pelopor dalam penerapan otomatisasi proses produksi billet di Indonesia.
Langkah besar ini bukan hanya meningkatkan produktivitas dan konsistensi kualitas, tetapi juga menjadi kunci dalam menekan konsumsi energi serta mengurangi emisi karbon di sektor industri baja nasional.
-
Billet: Jantung dari Produksi Baja
Untuk memahami pentingnya otomasi dalam pabrik billet, kita perlu melihat peran billet itu sendiri. Billet adalah produk setengah jadi berbentuk balok baja yang menjadi bahan dasar bagi berbagai produk akhir — seperti besi beton, baja profil, maupun baja lembaran.
Kualitas billet menentukan mutu dan kekuatan produk baja di tahap berikutnya. Karena itu, proses pembuatannya harus sangat presisi: mulai dari pemanasan bahan baku, peleburan, pencetakan, pendinginan, hingga pemotongan. Setiap tahap membutuhkan pengendalian suhu, waktu, dan tekanan yang akurat.
Di sinilah peran otomasi menjadi krusial — menghilangkan ketidakpastian akibat kesalahan manusia dan memastikan setiap ton billet diproduksi dengan efisiensi energi maksimum.
-
Visi Mulia Steel: Membangun Pabrik Pintar yang Efisien dan Ramah Energi
Sebagai bagian dari strategi jangka panjangnya, Mulia Steel mengusung visi “Smart Steel for a Sustainable Future” — membangun industri baja yang cerdas, efisien, dan berkelanjutan.
Untuk mencapai visi tersebut, perusahaan menerapkan sistem otomatisasi penuh pada lini produksi billet, yang mencakup:
- Automated Melting Control (pengendalian peleburan otomatis)
- Digital Casting System (pencetakan digital dengan sensor suhu real-time)
- AI-driven Energy Optimization (analitik kecerdasan buatan untuk efisiensi energi)
- Robotic Handling System (pemindahan dan pemotongan billet otomatis)
Dengan sistem ini, setiap proses berjalan sinkron — tanpa jeda, tanpa pemborosan, dan tanpa kesalahan operasional.
-
Tahap Otomatisasi 1: Sistem Pengendalian Peleburan Digital
Proses produksi billet dimulai dari furnace atau tungku peleburan. Di sinilah bahan baku logam, baik scrap maupun pig iron, dilebur menjadi cairan baja.
Mulia Steel melengkapi tungkunya dengan sensor suhu dan level cairan digital yang terhubung ke sistem pengendali terpusat. Teknologi ini memungkinkan operator mengatur daya input listrik atau bahan bakar dengan akurasi tinggi berdasarkan kondisi aktual di dalam tungku.
Melalui analisis data suhu, kadar oksigen, dan rasio campuran logam, sistem dapat menyesuaikan proses pembakaran agar mencapai efisiensi energi maksimal tanpa mengorbankan kualitas metalurgi.
Dengan otomasi ini, Mulia Steel mencatat penurunan konsumsi energi hingga 12% per ton billet dibandingkan sistem manual sebelumnya.
-
Tahap Otomatisasi 2: Continuous Casting Berbasis Sensor IoT
Tahap berikutnya adalah continuous casting — proses penting di mana baja cair diubah menjadi billet padat.
Sistem otomasi Mulia Steel dilengkapi dengan Internet of Things (IoT) untuk memantau aliran logam cair, suhu cetakan, dan kecepatan pendinginan secara real-time. Data dari sensor ini dikirim ke pusat kontrol yang menggunakan algoritma untuk menyesuaikan kecepatan mold withdrawal dan laju air pendingin secara otomatis.
Hasilnya adalah billet dengan permukaan yang lebih halus, struktur internal yang seragam, dan kehilangan panas yang jauh lebih rendah. Efisiensi energi meningkat, sementara tingkat defect atau cacat material berkurang drastis.
-
Tahap Otomatisasi 3: Robotik dan Sistem Pemotongan Presisi
Setelah proses casting, billet didinginkan dan dipotong menjadi ukuran standar. Sebelumnya, proses ini dilakukan secara semi-manual, dengan risiko pemborosan material dan waktu.
Kini, Mulia Steel menggunakan robotic billet cutter yang dikendalikan oleh sistem otomatis. Robot ini mampu mendeteksi panjang, berat, dan suhu billet, lalu memotong dengan presisi tinggi sesuai standar yang telah diprogram.
Selain mempercepat proses, sistem ini juga mengurangi kebutuhan energi untuk penyesuaian ulang mesin, menekan idle time hingga 25%, dan meningkatkan efisiensi produksi secara keseluruhan.
-
Tahap Otomatisasi 4: Integrasi Data dan Analitik Energi
Semua data dari setiap tahap produksi dikumpulkan oleh sistem Energy Management Analytics (EMA) — platform digital internal Mulia Steel yang dirancang untuk menganalisis efisiensi energi secara menyeluruh.
EMA menggabungkan data dari sensor suhu, aliran listrik, tekanan gas, dan waktu operasi untuk menghasilkan laporan performa energi harian.
AI di dalam sistem ini memberikan rekomendasi otomatis, seperti:
- Mengatur waktu nyala furnace untuk menghindari puncak konsumsi listrik.
- Mengoptimalkan pendinginan billet agar energi panas dapat dimanfaatkan kembali.
- Menyesuaikan kecepatan casting sesuai suhu ideal guna mengurangi pemborosan.
Hasilnya? Produksi yang lebih stabil, efisiensi energi meningkat, dan biaya operasional menurun hingga 10% setiap siklus produksi.
-
Manfaat Langsung dari Otomatisasi
Transformasi otomasi produksi billet di pabrik Mulia Steel membawa dampak positif yang nyata, di antaranya:
- Efisiensi Energi Tinggi: Penurunan konsumsi listrik dan bahan bakar hingga 15%.
- Konsistensi Kualitas: Setiap billet memiliki homogenitas struktur dan komposisi kimia yang seragam.
- Pengurangan Limbah Panas: Sistem pemulihan panas memanfaatkan energi buangan untuk proses pemanasan awal.
- Produktivitas Meningkat: Waktu produksi lebih singkat dan gangguan operasional berkurang signifikan.
- Keselamatan Kerja Tinggi: Otomasi mengurangi risiko paparan panas tinggi dan kesalahan manusia.
-
Dampak terhadap Keberlanjutan Lingkungan
Selain efisiensi ekonomi, sistem otomasi juga memberikan kontribusi besar terhadap sustainability. Dengan pengendalian energi yang lebih baik, emisi CO₂ dari proses peleburan menurun secara signifikan.
Mulia Steel juga menerapkan waste heat recovery system, di mana panas dari proses peleburan digunakan kembali untuk memanaskan udara atau air pendingin. Dengan cara ini, perusahaan berhasil menurunkan jejak karbon pabrik hingga 20% dalam tiga tahun terakhir.
Langkah-langkah ini sejalan dengan komitmen Mulia Steel dalam mendukung Paris Agreement dan program Net Zero Emission 2060 yang dicanangkan pemerintah Indonesia.
-
Transformasi SDM: Dari Operator Manual ke Engineer Digital
Penerapan otomasi bukan berarti mengurangi peran manusia — justru memperluasnya. Mulia Steel mengadakan pelatihan intensif bagi operator dan teknisi agar mampu beradaptasi dengan teknologi digital, memahami cara kerja sensor, membaca data analitik, dan melakukan kalibrasi sistem.
Kini, tenaga kerja di pabrik bukan lagi hanya operator mesin, melainkan teknolog industri baja yang memahami konsep data-driven manufacturing.
Transformasi SDM ini menjadi bukti bahwa Mulia Steel membangun efisiensi tidak hanya melalui mesin, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas manusia.
-
Masa Depan Produksi Billet di Mulia Steel
Mulia Steel tidak berhenti pada otomasi tahap awal. Dalam jangka menengah, perusahaan tengah menyiapkan Smart Factory 2.0, di mana setiap proses produksi billet akan didukung oleh:
- AI Predictive Maintenance: sistem prediksi kerusakan mesin sebelum terjadi.
- Digital Twin Simulation: replika virtual dari seluruh proses pabrik untuk pengujian efisiensi energi secara real-time.
- Blockchain Supply Chain: pelacakan setiap billet dari bahan baku hingga pengiriman untuk transparansi dan keaslian produk.
Langkah-langkah ini akan membawa Mulia Steel ke level baru: pabrik billet pintar yang sepenuhnya terhubung dan berkelanjutan.
Efisiensi Energi sebagai Pilar Inovasi
Otomatisasi bukan hanya tentang kecepatan, melainkan tentang kecerdasan dalam menggunakan energi dan sumber daya. Melalui implementasi sistem otomasi menyeluruh pada lini produksi billet, Mulia Steel berhasil membuktikan bahwa efisiensi energi dan produktivitas tinggi dapat berjalan seiring.
Dari tungku peleburan hingga billet siap distribusi, setiap langkah kini dikontrol oleh teknologi yang memastikan tidak ada energi terbuang percuma, tidak ada proses yang berjalan tanpa nilai tambah.
Mulia Steel tidak hanya memproduksi baja, tetapi juga membangun masa depan industri hijau Indonesia — masa depan di mana kekuatan baja berpadu dengan kecerdasan digital untuk menciptakan dunia yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Mulia Steel: Menguatkan Indonesia, Menghemat Energi, dan Menjadi Pelopor Otomasi Industri Baja Nasional.