1. Mencapai Suhu Pengerolan yang Tepat
Pemanasan ulang dilakukan di tungku khusus (reheating furnace). . Billet dan Bloom biasanya dipanaskan hingga rentang suhu sekitar 1000°C hingga 1250°C.
- Tujuan Metalurgi: Pada suhu ini, struktur butir baja (yang telah kita bahas sebelumnya) menjadi austenit. Kondisi ini memungkinkan baja untuk mengalami deformasi plastis yang ekstensif dan seragam selama pengerolan.
- Efisiensi Mekanis: Baja yang cukup panas akan mengurangi beban pada rol dan motor di rolling mill, menghasilkan Rolling Mill Efisien dan memperpanjang umur peralatan.
2. Risiko Pemanasan yang Tidak Tepat
Meskipun sederhana, kontrol suhu yang buruk saat Pemanasan Bloom atau Billet dapat menyebabkan masalah serius pada produk jadi:
- Pemanasan Kurang (Underheating): Jika suhu terlalu rendah, baja menjadi terlalu keras dan sulit dirol. Ini dapat menyebabkan kegagalan peralatan, peningkatan konsumsi energi, dan retak pada produk akhir.
- Pemanasan Berlebih (Overheating): Jika suhu terlalu tinggi, baja dapat menjadi terlalu lunak atau bahkan meleleh sebagian, yang menyebabkan permukaan terbakar (burning) dan penurunan tajam dalam sifat mekanik dan daktilitas.
- Pemanasan Tidak Merata (Non-Uniform): Perbedaan suhu antara inti dan permukaan Billet dapat menyebabkan Cacat Pengerolan seperti retak internal atau ketidakseragaman dimensi pada produk akhir.
3. Pentingnya Kualitas Bahan Baku
Kualitas Baja Setengah Jadi Mulia Steel mempermudah proses pemanasan ulang bagi pelanggan kami:
Konsistensi Kimia: Karena Mulia Steel menjamin homogenitas komposisi kimia Billet dan Bloom, pelanggan dapat mengandalkan titik leleh dan respons pemanasan yang konsisten. Baja dengan komposisi yang tidak merata akan memerlukan kontrol suhu yang jauh lebih rumit, meningkatkan risiko cacat.